Publik Apresiasi BGN Wujudkan Program Makan Bergizi Geratis Di Pesantren

JAKARTA ONE 24

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025 - 14:58 WIB

5067 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Rabu,10 Desember 2025- Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas komitmennya dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi generasi muda Indonesia.

Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN menggandeng berbagai lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren, untuk memastikan para santri mendapatkan asupan bergizi secara merata dan berkelanjutan. Salah satu contoh nyata implementasi program ini adalah di Kabupaten Kendal, tepatnya di Pondok Pesantren Al Fadllu 2.

Program MBG bertujuan memberikan akses makanan sehat, aman, dan bernutrisi kepada para santri setiap hari. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam pencegahan stunting, peningkatan kesehatan remaja, serta mendukung konsentrasi belajar dan kegiatan keagamaan di pesantren.

Hal itu disambut oleh berbagai pihak seperti Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Independen Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana dan jajaran atas komitmennya menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis bagi para santri di berbagai wilayah Indonesia. Program ini dinilai sebagai langkah nyata dalam mendukung kesehatan, daya tahan tubuh, dan kualitas pembelajaran di lingkungan pesantren.

Salah satu implementasi program yang menjadi perhatian adalah pelaksanaannya di Kabupaten Kendal, tepatnya di Pondok Pesantren Al Fadllu 2. Melalui program ini, para santri menerima asupan makanan sehat, bergizi, dan seimbang setiap hari sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi remaja serta pencegahan stunting di lingkungan pendidikan keagamaan.

Ketua Umum DPP LPPI Dedi Siregar menyampaikan bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan di pesantren. “BGN telah menunjukkan keberpihakan nyata kepada para santri. Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga mendukung peningkatan konsentrasi belajar dan aktivitas keagamaan di pesantren.

Kami mengapresiasi pelaksanaan yang sudah berjalan dengan baik di Pondok Pesantren Al Fadllu 2 Kendal,” ujarnya.

Kami menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Pesantren yang selama ini menjadi pusat pendidikan karakter dan keagamaan perlu mendapat perhatian lebih dalam aspek kesehatan dan pemenuhan gizi santri.

Program yang dijalankan BGN ini juga mencakup edukasi gizi, peningkatan standar dapur pesantren, serta monitoring kualitas bahan makanan, sehingga manfaatnya tidak hanya jangka pendek tetapi berkelanjutan.

 

Program BGN, MBG Hadir Di Pesantren dan ciptakan gerakan pertumbuhan ekonomi
pesantren, seperti di Kabupaten Kendal Pondok Pesantren Al Fadllu 2, menunjukkan bahwa kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang produktif dan bermanfaat. program ini memberikan dampak ekonomi langsung, antara lain, Peningkatan permintaan hasil pertanian lokal, seperti beras, sayur, buah, dan protein hewani. Pemberdayaan UMKM dalam pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, dan distribusi logistik. Penciptaan lapangan kerja baru di bidang pengelolaan dapur sehat, katering pesantren, dan transportasi bahan pangan. Stabilisasi ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.

Badan Gizi Nasional merupakan lembaga yang berfokus pada perumusan kebijakan, koordinasi, serta implementasi program-program peningkatan gizi masyarakat Indonesia. BGN bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan dunia usaha untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan bebas stunting.

Berita Terkait

Presidium FRONTAL Jawa Timur Ajak Driver Sampaikan Aspirasi Secara Tertib dan Damai
600 Pengemudi Ojol Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di Ragunan
PW GP Al Washliyah DKI: Jika Anggota DPR Saja Diteror, Bagaimana Nasib Korban Judol dan Pinjol?
PW GPA DKI: Jangan Bangun Opini Sesat, Laporan Kekayaan Zita Anjani Bukan Hasil Korupsi
Prof Dr Sutan Nasomal : Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan
Dedi Siregar Soroti Framing Negatif terhadap Yasonna Laoly: Jangan Giring Opini Tanpa Bukti
Peringati Harkitnas dan Reformasi, Mahasiswa Karawang Tolak Hoaks dan Tindakan Anarkis
Bakti Kemanusiaan, PDBN, PGSI Bersama RSINU dan Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:18 WIB

Presidium FRONTAL Jawa Timur Ajak Driver Sampaikan Aspirasi Secara Tertib dan Damai

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:18 WIB

PW GP Al Washliyah DKI: Jika Anggota DPR Saja Diteror, Bagaimana Nasib Korban Judol dan Pinjol?

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:22 WIB

PW GPA DKI: Jangan Bangun Opini Sesat, Laporan Kekayaan Zita Anjani Bukan Hasil Korupsi

Senin, 15 Juni 2026 - 21:09 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:01 WIB

Dedi Siregar Soroti Framing Negatif terhadap Yasonna Laoly: Jangan Giring Opini Tanpa Bukti

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:11 WIB

Peringati Harkitnas dan Reformasi, Mahasiswa Karawang Tolak Hoaks dan Tindakan Anarkis

Minggu, 12 April 2026 - 17:40 WIB

Bakti Kemanusiaan, PDBN, PGSI Bersama RSINU dan Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:24 WIB

Kiamat Bagi Faisal Amsir, Buru Sang Predator Seksual yang Licin bagai Belut

Berita Terbaru