Aktivis Dipukul Kepsek, 50 LSM Mengecam Keras & Siap Aksi ke Polda Sumsel

JAKARTA ONE 24

- Redaksi

Minggu, 15 Maret 2026 - 02:49 WIB

5050 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUASIN, SUMSEL – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Kepala Sekolah SMPN 5 Banyuasin, Edi Candra, terhadap aktivis LSM Mustar memicu kecaman keras dari kalangan aktivis di Sumatera Selatan.

Ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRANSI), Supriyadi, menilai tindakan tersebut bukan sekadar emosi sesaat, tetapi sudah mencerminkan perilaku premanisme yang mencoreng dunia pendidikan.

“Ini sangat memalukan. Seorang kepala sekolah yang seharusnya mendidik justru melakukan penganiayaan terhadap aktivis,” tegas Supriyadi.

Ia juga menduga aksi kekerasan tersebut tidak terjadi secara spontan. Pasalnya, benda berupa besi disebut telah disiapkan di bawah meja kerja pelaku sebelum digunakan untuk memukul kepala korban.

Supriyadi turut menyoroti sikap Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang dinilai tidak menunjukkan empati kepada korban. Hingga kini, menurutnya, belum ada pejabat daerah seperti Bupati maupun Kepala Dinas Pendidikan yang menjenguk korban.

“Kami kecewa. Seolah tidak ada kepedulian dari pemerintah daerah terhadap korban,” ujarnya.
Kritik juga diarahkan kepada Polsek Mariana yang dinilai lamban menangani perkara tersebut. Meski tersangka telah ditetapkan, hingga kini pelaku disebut belum juga ditahan.

“Ini membuat publik bertanya-tanya, ada apa sebenarnya di balik penanganan kasus ini,” katanya.

Sebagai bentuk protes, sekitar 50 aktivis dari unsur LSM, media, dan organisasi masyarakat berencana menggelar aksi damai di Polda Sumsel pada Selasa, 17 Maret 2026.

Massa akan mendesak Kapolda Sumsel agar segera memerintahkan penahanan tersangka serta mengevaluasi penyidik di Polsek Mariana yang menangani kasus tersebut.

“Jika tidak segera ditahan, ini bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum,” pungkas Supriyadi. Tim PPWI-Sumsel

Berita Terkait

Tembus 4 Ton, Polsek Tapung Hilir Sukses Kawal Panen Jagung 6 Desa Dukung Ketahanan Pangan
Anggota DPRD Dituntut 5,5 Tahun, FPR Desak KPK Tetapkan Aktor Intelektual sebagai Tersangka
Semangat Kolaborasi: Polda Riau dan Pemprov Gelar Apel Satgas Anti Narkoba, IBU-IBU Panipahan Diangkat Jadi Duta
Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda
Kapolres Batu Bara Cek Kesiapan Pos Pengamanan Jelang Ops Ketupat Toba 2026, Bhayangkari Berikan Dukungan Moril
Terkait Beredarnya Pemberitaan yang Menyudutkan Dirinya, Kepsek SMP Negeri 34 Pekanbaru Sri Tuti Wahyuni: Itu berita Hoax dan Tendensius
Kapolda Riau Penuhi Janji: Bengkel Gratis Untuk Ojol di Mako Brimob Pekanbaru
Dibawah Kepemimpinan Kapolda Riau, Satu Tahun PHR Green Policing Berhasil Mengubah Paradigma dan Melahirkan Gerakan Ekologis

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:18 WIB

Presidium FRONTAL Jawa Timur Ajak Driver Sampaikan Aspirasi Secara Tertib dan Damai

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:18 WIB

PW GP Al Washliyah DKI: Jika Anggota DPR Saja Diteror, Bagaimana Nasib Korban Judol dan Pinjol?

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:22 WIB

PW GPA DKI: Jangan Bangun Opini Sesat, Laporan Kekayaan Zita Anjani Bukan Hasil Korupsi

Senin, 15 Juni 2026 - 21:09 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:01 WIB

Dedi Siregar Soroti Framing Negatif terhadap Yasonna Laoly: Jangan Giring Opini Tanpa Bukti

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:11 WIB

Peringati Harkitnas dan Reformasi, Mahasiswa Karawang Tolak Hoaks dan Tindakan Anarkis

Minggu, 12 April 2026 - 17:40 WIB

Bakti Kemanusiaan, PDBN, PGSI Bersama RSINU dan Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:24 WIB

Kiamat Bagi Faisal Amsir, Buru Sang Predator Seksual yang Licin bagai Belut

Berita Terbaru