Jembatan Mbarung–Kedataran Dibakar OTK, Proyek Rp7,8 M di Aceh Tenggara Terganggu

JAKARTA ONE 24

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 19:09 WIB

50450 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Proyek pembangunan jembatan Mbarung–Kedataran di Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara, mengalami gangguan serius. Jembatan darurat yang dibangun sebagai akses sementara dilaporkan dibakar oleh orang tak dikenal (OTK) pada Sabtu malam (1/11/2025).

Jembatan tersebut merupakan bagian dari proyek senilai Rp7,8 miliar yang dikerjakan CV Karya Abadi. Pembakaran menyebabkan konstruksi darurat itu terputus sekitar dua meter, dan kini tidak bisa lagi digunakan.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas PUPR Aceh Tenggara, Sujarno, ST, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan, laporan pertama kali diterima dari petugas keamanan proyek pada Minggu pagi (2/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.

“Kami mendapat laporan dari pihak keamanan bahwa jembatan darurat yang ada di lokasi proyek telah dibakar oleh orang tak dikenal,” kata Sujarno saat dikonfirmasi, Minggu (2/11/2025).

Akibat kejadian itu, pengamanan di sekitar lokasi proyek langsung diperketat. Sujarno menyebut pihaknya sudah menginstruksikan tim keamanan untuk meningkatkan patroli dan pengawasan terutama di waktu malam hari.

Dari data yang dihimpun, pembakaran ini diduga berkaitan dengan persoalan lahan camp proyek. Meski begitu, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian soal pelaku maupun motif di balik aksi pembakaran tersebut.

“Kita fokus dulu untuk mengamankan lokasi. Soal motif masih kita telusuri,” ujar Sujarno.

Pantauan di lapangan, bagian jembatan darurat tampak hangus terbakar. Material kayu yang digunakan sebagai badan penghubung terbakar dan sebagian sudah runtuh.

Sejauh ini belum diketahui apakah kejadian tersebut akan berdampak pada jadwal penyelesaian proyek secara keseluruhan. Namun kegiatan proyek dipastikan terganggu karena akses sementara yang sempat dibangun kini tak bisa digunakan.

Seperti diketahui, proyek jembatan Mbarung–Kedataran merupakan salah satu infrastruktur strategis di Aceh Tenggara. Jembatan ini diharapkan bisa mempermudah konektivitas antarwilayah dan mendukung akses transportasi pertanian warga.

Pihak kontraktor bersama Dinas PUPR masih mengevaluasi kerusakan dan tengah menyusun langkah pemulihan, termasuk kemungkinan membangun kembali jembatan darurat dalam waktu dekat.

Sementara itu, warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan pelaku dapat segera diungkap. “Sayang sekali kalau sampai terhambat, ini kan jalan penghubung yang ditunggu-tunggu,” kata Fahmi, warga Babussalam.

FERNANDO.H

Berita Terkait

Dana BOS Rp188 Juta di SDN 2 Biak Muli Jadi Polemik, Warga Minta Penggunaan Anggaran Dibuka ke Publik
Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026
Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan
Denda Adat Rp 32 Juta untuk Mantan Pengulu, Warga Curiga Ada Kepentingan Politik di Balik Putusan Jambur Lak-lak
Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja
80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat, Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Tenggara Berlangsung Khidmat
Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih
Polres Aceh Tenggara Manfaatkan Euforia Piala Dunia untuk Perkuat Kamtibmas

Berita Terbaru