Kota Bandung Kembali Beraksi: 180 Ton Sampah di TPS Ence Azis Diangkut, Sistem Baru Diterapkan

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 19 November 2025 - 15:01 WIB

5042 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penumpukan yang terlihat mencolok di TPS Ence Azis

Nusa update

Bandung – Pemerintah Kota Bandung kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi persoalan sampah. Pada Rabu (19/11/2025) malam, tumpukan sampah di TPS Ence Azis yang sudah menggunung sejak September, setinggi 370 meter kubik atau sekitar 180 ton, mulai ditangani secara masif.

Korwil Bojonegara, Joko Endang Selamet, memastikan pengerahan penuh dilakukan untuk menuntaskan persoalan yang sudah berlarut. “Target malam ini selesai. Kita kerahkan total 27 armada,” ungkapnya di lokasi TPS Ence Azis, Kebon Jeruk, Kota Bandung.

Penumpukan yang terlihat mencolok di TPS Ence Azis bukan terjadi dalam semalam. Menurut Joko, kondisi ini merupakan akumulasi selama hampir dua bulan terakhir. “Setiap hari sebenarnya ada pengangkutan. Tapi karena tonase armada dikurangi, akhirnya terjadi penumpukan hingga sebesar ini,” jelasnya.

Untuk mengejar target pengosongan total, DLH Kota Bandung menurunkan komposisi armada besar, termasuk 6 truk tronton, 11 unit LH12, 2 unit semi, dan 8 unit armada 6 meter kubik. “Semua kekuatan kita keluarkan. Mobil bergerak terus, bergantian, supaya tumpukan bisa habis malam ini,” katanya.

Joko menjelaskan, sistem lama yang menggunakan kontainer justru menjadi pemicu penumpukan. Kontainer sering tidak dapat ditarik karena kelebihan muatan, sehingga warga akhirnya menurunkan sampah di tanah. “Itu sebabnya tumpukan makin besar. Kontainer penuh, tidak tertarik, warga taruh di bawah, lama-lama menggunung,” jelasnya.

Setelah berkoordinasi dengan kelurahan, wilayah, dan para tukang roda, diputuskan bahwa TPS Ence Azis tidak lagi menggunakan kontainer. Sebagai gantinya, diterapkan sistem rute. “Dengan sistem rute, warga hanya buang sampah ketika mobil datang. Jadi tidak ada lagi yang menurunkan sampah sepanjang hari,” terang Joko.

Joko menerangkan, persoalan sampah tidak bisa selesai tanpa peran masyarakat. Apalagi Bandung tidak memiliki TPA sendiri, sehingga sangat bergantung pada TPA provinsi yang kondisinya kini overload. “Kalau tidak dipilah, semuanya menumpuk di TPA. Organik, anorganik, residu, semua dibuang. Itu membuat TPA cepat penuh,” ujar Joko.

Ia kembali mengajak warga untuk memilah sampah sejak rumah. Sampah organik dijadikan kompos, anorganik disetor ke bank sampah. Sedangkan residu dibuang ke TPA. “Kalau pemilahan dilakukan, volume sampah yang dibuang bisa berkurang drastis,” tambahnya.

Joko berpesan, keberlanjutan penanganan sampah adalah kerja bersama. “Sampah ini tanggung jawab kita semua. Kalau masyarakat memilah sampah dengan benar, Insyaallah volume yang dibuang makin sedikit dan umur TPA bisa diperpanjang,” ujarnya.

(Hihen) **

 

Berita Terkait

Rumah Rakyat Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andri Yunus, Serukan Aksi “Indonesia Mencekam” di Depan Gedung Merdeka Kota Bandung
Rp24,6 Miliar Tak Dibayar, Tata Kelola Keuangan Gayo Lues Dipertanyakan
Wakapolres Kampar Pimpin Apel Patroli Skala Besar, Amankan Natal, Wujudkan Kamtibmas Kondusif
Kapolres Gayo Lues, Bupati, dan Dandim Terobos Medan Terjal Salurkan Bantuan ke Warga Pining
Aliansi Mahasiswa SUCI Bergerak Gelar Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia
BEM REMA UPI Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia
Polsek Pining Bersinergi dengan TNI dan Masyarakat Bangun Jembatan Alternatif Sementara
Pemkab Pulang Pisau Tegaskan Komitmen Dukung Bapas Palangka Raya Sambut KUHP Nasional

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 03:41 WIB

Sambut HBP ke-62, Lapas Binjai Gelar Tes Urine Mendadak Pegawai, Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba

Rabu, 1 April 2026 - 23:36 WIB

Konsisten Jaga Lapas Bersih dari HP dan Narkoba, Lapas Binjai Gelar Penggeledahan Mendadak Malam Hari

Rabu, 18 Maret 2026 - 00:13 WIB

Sinergi Tanpa Batas, Lapas Binjai dan Polres Binjai Perkuat Kolaborasi

Berita Terbaru