Kota Bandung Kembali Beraksi: 180 Ton Sampah di TPS Ence Azis Diangkut, Sistem Baru Diterapkan

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 19 November 2025 - 15:01 WIB

5064 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penumpukan yang terlihat mencolok di TPS Ence Azis

Nusa update

Bandung – Pemerintah Kota Bandung kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi persoalan sampah. Pada Rabu (19/11/2025) malam, tumpukan sampah di TPS Ence Azis yang sudah menggunung sejak September, setinggi 370 meter kubik atau sekitar 180 ton, mulai ditangani secara masif.

Korwil Bojonegara, Joko Endang Selamet, memastikan pengerahan penuh dilakukan untuk menuntaskan persoalan yang sudah berlarut. “Target malam ini selesai. Kita kerahkan total 27 armada,” ungkapnya di lokasi TPS Ence Azis, Kebon Jeruk, Kota Bandung.

Penumpukan yang terlihat mencolok di TPS Ence Azis bukan terjadi dalam semalam. Menurut Joko, kondisi ini merupakan akumulasi selama hampir dua bulan terakhir. “Setiap hari sebenarnya ada pengangkutan. Tapi karena tonase armada dikurangi, akhirnya terjadi penumpukan hingga sebesar ini,” jelasnya.

Untuk mengejar target pengosongan total, DLH Kota Bandung menurunkan komposisi armada besar, termasuk 6 truk tronton, 11 unit LH12, 2 unit semi, dan 8 unit armada 6 meter kubik. “Semua kekuatan kita keluarkan. Mobil bergerak terus, bergantian, supaya tumpukan bisa habis malam ini,” katanya.

Joko menjelaskan, sistem lama yang menggunakan kontainer justru menjadi pemicu penumpukan. Kontainer sering tidak dapat ditarik karena kelebihan muatan, sehingga warga akhirnya menurunkan sampah di tanah. “Itu sebabnya tumpukan makin besar. Kontainer penuh, tidak tertarik, warga taruh di bawah, lama-lama menggunung,” jelasnya.

Setelah berkoordinasi dengan kelurahan, wilayah, dan para tukang roda, diputuskan bahwa TPS Ence Azis tidak lagi menggunakan kontainer. Sebagai gantinya, diterapkan sistem rute. “Dengan sistem rute, warga hanya buang sampah ketika mobil datang. Jadi tidak ada lagi yang menurunkan sampah sepanjang hari,” terang Joko.

Joko menerangkan, persoalan sampah tidak bisa selesai tanpa peran masyarakat. Apalagi Bandung tidak memiliki TPA sendiri, sehingga sangat bergantung pada TPA provinsi yang kondisinya kini overload. “Kalau tidak dipilah, semuanya menumpuk di TPA. Organik, anorganik, residu, semua dibuang. Itu membuat TPA cepat penuh,” ujar Joko.

Ia kembali mengajak warga untuk memilah sampah sejak rumah. Sampah organik dijadikan kompos, anorganik disetor ke bank sampah. Sedangkan residu dibuang ke TPA. “Kalau pemilahan dilakukan, volume sampah yang dibuang bisa berkurang drastis,” tambahnya.

Joko berpesan, keberlanjutan penanganan sampah adalah kerja bersama. “Sampah ini tanggung jawab kita semua. Kalau masyarakat memilah sampah dengan benar, Insyaallah volume yang dibuang makin sedikit dan umur TPA bisa diperpanjang,” ujarnya.

(Hihen) **

 

Berita Terkait

Ketika Kreativitas Bertemu Kemerdekaan, Lapas Binjai Hadirkan Kreasi Tumpeng
Prof. Dr. Sutan Nasomal Harapkan Ketua Mahkamah Agung Perkuat Kemitraan Pengadilan dengan Pers, Soroti Dugaan Insiden di PN Watansoppeng
VIRAL! Dugaan Mobilisasi Kepala Sekolah untuk Wisata Purna Bakti Kepala Dinas Dikbud Ogan Ilir Tuai Sorotan Publik
Kabid Propam Polda Sumut Diminta Awasi Penanganan Laporan Dugaan Penipuan dan Fitnah Yang Sudah 7 Bulan Mangkrak
Lapor Pak Kapolda Sumut : Laporan Maling Cepat Diproses 3 Bulan Korban Jadi Tersangka, Penjara dan DPO, Laporan Korban Pencurian 7 Bulan Dipetieskan ?
Pengabdian kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo
Lapas Binjai Berbagi Lele Gratis, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Penyaluran Dana Bantuan Kelompok Tani di Gayo Lues Diduga Diwarnai Praktik Pungutan Liar

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:18 WIB

Presidium FRONTAL Jawa Timur Ajak Driver Sampaikan Aspirasi Secara Tertib dan Damai

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:18 WIB

PW GP Al Washliyah DKI: Jika Anggota DPR Saja Diteror, Bagaimana Nasib Korban Judol dan Pinjol?

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:22 WIB

PW GPA DKI: Jangan Bangun Opini Sesat, Laporan Kekayaan Zita Anjani Bukan Hasil Korupsi

Senin, 15 Juni 2026 - 21:09 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:01 WIB

Dedi Siregar Soroti Framing Negatif terhadap Yasonna Laoly: Jangan Giring Opini Tanpa Bukti

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:11 WIB

Peringati Harkitnas dan Reformasi, Mahasiswa Karawang Tolak Hoaks dan Tindakan Anarkis

Minggu, 12 April 2026 - 17:40 WIB

Bakti Kemanusiaan, PDBN, PGSI Bersama RSINU dan Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:24 WIB

Kiamat Bagi Faisal Amsir, Buru Sang Predator Seksual yang Licin bagai Belut

Berita Terbaru