Skandal Ijazah Jokowi Menggema ke Dunia: Wilson Lalengke Ledakkan Isu di UNESCO dan ASEAN

JAKARTA ONE 24

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 22:14 WIB

5066 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Sengketa dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo kini tidak lagi sekadar persoalan domestik. Aktivis HAM dan jurnalis senior Wilson Lalengke meledakkan isu ini ke panggung internasional lewat surat terbuka resminya kepada UNESCO, ASEAN, dan Parlemen Indonesia.

Ini bukan langkah biasa, ini alarm keras untuk demokrasi Indonesia.

“Saya melihat konspirasi hukum yang dipertontonkan secara telanjang. Rakyat dipaksa percaya pada keadilan yang disulap-sulap,” tegas Lalengke, alumni Lemhannas dan petisioner di Sidang PBB 2025.

Ia menuding proses hukum di kepolisian sarat kejanggalan dan aroma kompromi, sehingga penyelesaian kasus ini tidak bisa dibiarkan “digoreng di dapur gelap birokrasi”.

Mendesak Internasional Turun Tangan: Panel Independen, Pengamat HAM, dan Pemeriksaan Global

Lalengke mengusulkan pembentukan:
Panel Verifikasi Internasional untuk menguji autentikasi ijazah Jokowi.
Pengawasan langsung ICJ & Komisi HAM ASEAN untuk mencegah permainan hukum.
Pemanfaatan MLAT untuk memeriksa seluruh dokumen yang diterbitkan di luar negeri.
Laporan peer-reviewed terbuka agar rakyat melihat bukti, bukan propaganda.

Menurutnya, negara harus berani membuka semua dokumen pendidikan Jokowi tanpa sensor, tanpa intervensi, tanpa joki hukum.

“Jika negara ini tidak mampu menyentuh kebenaran, biarkan dunia yang menuntun kita ke sana.”

Taruhan Besar: Harga Diri Demokrasi Indonesia
Langkah Lalengke memicu geger di kalangan akademisi, aktivis demokrasi, hingga analis internasional. Pertanyaan publik kini membesar:

Mampukah negara menunjukkan keberanian untuk membuka kebenaran — atau memilih jalan gelap kompromi yang menggerogoti legitimasi demokrasi?

Indonesia sedang diuji.
Dan dunia sedang menatap.

Tim PPWI NKRI

Berita Terkait

Presidium FRONTAL Jawa Timur Ajak Driver Sampaikan Aspirasi Secara Tertib dan Damai
600 Pengemudi Ojol Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di Ragunan
PW GP Al Washliyah DKI: Jika Anggota DPR Saja Diteror, Bagaimana Nasib Korban Judol dan Pinjol?
PW GPA DKI: Jangan Bangun Opini Sesat, Laporan Kekayaan Zita Anjani Bukan Hasil Korupsi
Prof Dr Sutan Nasomal : Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan
Dedi Siregar Soroti Framing Negatif terhadap Yasonna Laoly: Jangan Giring Opini Tanpa Bukti
Peringati Harkitnas dan Reformasi, Mahasiswa Karawang Tolak Hoaks dan Tindakan Anarkis
Bakti Kemanusiaan, PDBN, PGSI Bersama RSINU dan Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:18 WIB

Presidium FRONTAL Jawa Timur Ajak Driver Sampaikan Aspirasi Secara Tertib dan Damai

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:18 WIB

PW GP Al Washliyah DKI: Jika Anggota DPR Saja Diteror, Bagaimana Nasib Korban Judol dan Pinjol?

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:22 WIB

PW GPA DKI: Jangan Bangun Opini Sesat, Laporan Kekayaan Zita Anjani Bukan Hasil Korupsi

Senin, 15 Juni 2026 - 21:09 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Miris !!! Rakyat Disuruh Bayar Hutang Negara Lewat Pajak Ini Bukan Solusi, Ini Perampokan Yang Dilegalkan

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:01 WIB

Dedi Siregar Soroti Framing Negatif terhadap Yasonna Laoly: Jangan Giring Opini Tanpa Bukti

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:11 WIB

Peringati Harkitnas dan Reformasi, Mahasiswa Karawang Tolak Hoaks dan Tindakan Anarkis

Minggu, 12 April 2026 - 17:40 WIB

Bakti Kemanusiaan, PDBN, PGSI Bersama RSINU dan Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:24 WIB

Kiamat Bagi Faisal Amsir, Buru Sang Predator Seksual yang Licin bagai Belut

Berita Terbaru