Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029

JAKARTA ONE 24

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 15:10 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GP Al Washliyah), H.Saibal Putra, menyayangkan sekaligus membantah keras penilaian Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, yang menyebut pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai sinyal “pasang kuda-kuda” atau manuver memecah belah koalisi pemerintahan demi Pilpres 2029.

Menurut Saibal, pandangan tersebut sangat tendensius, memojokkan, dan gagal menangkap esensi nilai-nilai kebangsaan yang sedang disampaikan oleh AHY.

Berikut poin-poin penegasan atas tuduhan tersebut:

Pernyataan AHY adalah Edukasi Demokrasi, Bukan Syahwat Politik
Apa yang disampaikan oleh AHY mengenai kekuasaan yang memiliki batas waktu dan pergantian kepemimpinan yang damai adalah sebuah refleksi historis sekaligus edukasi politik yang sehat bagi bangsa. Menilai refleksi tersebut sebagai ambisi personal atau sinyal “poros Cikeas” untuk mendahului kontestasi merupakan kesimpulan yang terlalu dipaksakan dan bernada politis.

Komitmen Mengawal Pemerintahan Tetap Solid
Tuduhan bahwa AHY atau Demokrat tidak ikut bertanggung jawab di dalam internal kabinet adalah keliru. Hingga saat ini, Partai Demokrat dan seluruh jajaran kader di pemerintahan tetap bekerja total dan fokus membantu menyukseskan program-program strategis pemerintahan Prabowo-Gibran. Mengingatkan hakikat demokrasi tidak berarti mengurangi komitmen kerja nyata di dalam satu kapal pemerintahan.

Jangan Membatasi Narasi Kebangsaan demi Ketakutan Kompetisi
Sangat tidak sehat jika setiap ruang pemikiran dan pidato kebangsaan tokoh muda langsung dicurigai sebagai ancaman rivalitas menuju 2029. Justru di tengah situasi yang menantang ini, pemikiran kritis dan pengingat moral atas nilai demokrasi sangat dibutuhkan agar pemerintahan tetap berjalan di koridor yang berpihak kepada rakyat.

“Kami meminta semua pihak, khususnya elit parpol koalisi, untuk menjaga kedewasaan dalam berpolitik. Jangan cepat merasa gerah atau melempar tuduhan miring hanya karena ada tokoh yang mengingatkan esensi pembatasan kekuasaan dan kedaulatan rakyat. Demokrat tetap berada di garis depan mendukung pemerintahan, namun hak bersuara untuk merawat demokrasi tidak boleh dibungkam,” tegas Saibal. (*)

Berita Terkait

Ribuan Jiwa Terselamatkan, Pengamat Puji Gebrakan Polres Cimahi Bongkar Produksi Tembakau Sintetis
Aktivis Nasional Dedi Siregar: Bendera Identitas di Samarinda Bukan Serta-Merta Simbol Separatisme, Apresiasi Respons Cepat Pangdam VI/Mulawarman
Kepala BNN dan Jajaran Di Apresiasi, Ringkus Gembong Narkoba Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Imbauan Panglima TNI: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Narasi yang Belum Terverifikasi
Megawati Akan Kukuhkan Mantan Ketua OSIS STM Meulaboh di Jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia (PP-GNTI)
Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!
Fahd El Fouz Arafiq: Jangan Coba Ganggu Bahlil, Ormas dan Laskar Golkar Siap Berdiri di Garda Terdepan
GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Komitmen Presiden Prabowo Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi

Berita Terbaru