Gubernur Aceh Canangkan Tes Baca Al-Qur’an sebagai Syarat Masuk Sekolah dan Seleksi TNI-Polri di Daerah

JAKARTA ONE 24

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 18:17 WIB

50179 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA — Pemerintah Aceh berencana menjadikan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai syarat wajib dalam seleksi masuk sekolah formal dan institusi kenegaraan seperti TNI dan Polri di provinsi tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, saat membuka ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh di halaman Kantor Bupati Pidie Jaya, Sabtu malam, 1 November 2025.

Dalam pidatonya yang disaksikan ribuan masyarakat serta tokoh-tokoh penting daerah, Gubernur yang akrab disapa Mualem itu menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya akan dijadikan bagian dari pendidikan keagamaan, tetapi ditempatkan sebagai fondasi utama dalam sistem pendidikan Aceh.

“Ke depan, sesuai dengan visi dan misi kami, masuk SMP dan SMA akan ada tes membaca Al-Qur’an. Begitu juga ketika ingin mendaftar jadi anggota TNI dan Polri. Insya Allah, akan kami programkan mulai sekarang agar Aceh lebih maju dan makmur dalam nilai-nilai Islam,” ujar Mualem.

Kebijakan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam memperkuat peran Al-Qur’an sebagai landasan kehidupan sosial, pendidikan, dan pemerintahan di daerah. Bagi Mualem, membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an merupakan kunci keberhasilan generasi Aceh di masa depan.

“Al-Qur’an akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Apalagi kita di Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah. Maka, Al-Qur’an adalah segalanya bagi kita,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, khususnya menjelang bulan suci Ramadan yang akan segera tiba. Menurutnya, geliat kegiatan keagamaan seperti MTQ harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan spiritual warga Aceh, terutama generasi muda.

MTQ Aceh ke-37 ini dibuka secara resmi dengan penekanan sirine oleh Gubernur Muzakir Manaf, didampingi Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah, dan Sekda Aceh M. Nasir. Acara turut dihadiri lengkap oleh Wali Kota dan Bupati dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh.

Dalam pembukaan tersebut, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, secara simbolis menyerahkan kembali piala bergilir juara umum kepada panitia provinsi sebelum kompetisi secara resmi dimulai. Ajang dua tahunan ini mempertemukan qari dan qariah terbaik dari seluruh penjuru Aceh untuk berlomba dalam berbagai cabang tilawah, tahfiz, tafsir, dan syarhil Qur’an.

Gubernur juga menitip harapan agar MTQ tidak hanya menjadi ajang lomba formal, tetapi ruang penguatan persatuan umat dan penyemai nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Ia menyebut, partisipasi generasi muda di MTQ menjadi cermin bahwa gairah terhadap Al-Qur’an masih hidup di tengah kehidupan modern.

“MTQ bukan hanya soal suara yang indah dalam membaca Al-Qur’an. Lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai di dalam Al-Qur’an hadir dan mewujud menjadi karakter kita dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Ajang MTQ ke-37 Provinsi Aceh akan berlangsung selama satu pekan di Pidie Jaya. Ribuan peserta dari seluruh kabupaten/kota bersaing dalam kompetisi yang bertujuan meninggikan syiar Islam dan mempererat ukhuwah antarwarga se-Aceh.

Berita Terkait

Ketua Muhammadyah Aceh A. Malik Musa Sambut Menteri Pendidikan RI di Aceh, 2.000 Sepatu untuk Anak Korban Banjir Disalurkan
ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Menyeluruh Pascainsiden KMP Aceh Hebat 2
Aksi Brutal di Kantor Polisi, Ketua Fanst Respon Aceh Desak Polri Bersih-bersih dan tangkap Pelaku
Pembangunan Gedung Damkar Putri Betung Disorot, Pekerjaan Diduga Tetap Berjalan Meski Kontrak Berakhir
Kapolda Diminta Kirim Tim Khusus Selidiki Penanganan Kasus Narkoba di Aceh Tenggara
Pembuatan Parit di Desa Peuniti Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Warga Keluhkan Kualitas Pekerjaan
Sekjen DPW Fanst Respon Aceh Desak Kapolda Bentuk Tim Lapangan Tangani Kayu Gelondongan Pascabanjir
Sekjen DPW FANST Respons Counter Polri Nusantara Aceh: “Tangkap Dan Sikat Habis Mafia Illegal Logging Tanpa Pengecualian”

Berita Terbaru