Peresmian SPAM Cigugur Tengah: Langkah Besar Pemerintah Kota Cimahi Mewujudkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 16:38 WIB

5092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peresmian SPAM Cigugur Tengah: Peresmian dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Rabu (5/11)

Indonesia1. Net

CIMAHI- Pemerintah Kota Cimahi meresmikan Pemasangan Jaringan Pipa dan Sambungan Rumah (SR) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Rabu (5/11). Peresmian dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dan turut dihadiri unsur dari Kejaksaan Negeri dan Polres Kota Cimahi, perangkat daerah, camat, lurah, serta tokoh masyarakat setempat.

Program SPAM ini digulirkan untuk memperluas akses layanan air minum aman dan layak bagi warga. Air yang dialirkan merupakan hasil pengolahan SPAM Cimahi Utara berkapasitas 80 liter/detik, yang diolah dari Sungai Cimahi dan disalurkan ke permukiman warga melalui jaringan perpipaan. Pada 2025, pemerintah menuntaskan pemasangan 425 sambungan rumah bagi warga di RW 6, 7, 8, 11, dan 14 Kelurahan Cigugur Tengah.

Wali Kota Ngatiyana menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses air bersih, merupakan prioritas pemerintah daerah. “Air bersih adalah hak dasar dan kebutuhan vital setiap warga. Kami ingin memastikan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air yang sehat dan layak konsumsi dari sumber yang terjamin,” ujarnya saat peresmian. Ia berharap fasilitas ini membawa manfaat nyata bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Sebelum program ini hadir, mayoritas warga Cigugur Tengah mengandalkan sumur gali dan sumber air tanah dengan kualitas yang tidak selalu memadai. Pemasangan jaringan SPAM dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan standar higienitas dan sanitasi lingkungan. “Saat kami cek di lapangan, air sudah mengalir lancar dan jernih. Ini langkah besar agar masyarakat mendapatkan air bersih sebagai kebutuhan dasar,” tambah Ngatiyana.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan layanan air minum pada wilayah lainnya. “Insya Allah, tahun depan kita bangun lagi satu SPAM Pasir Kaliki agar lebih banyak warga mendapat akses air bersih,” tutupnya.

Program ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Infrastruktur Bidang Air Minum Tahun Anggaran 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp1,99 miliar. Pelaksanaan dilakukan selama 150 hari kalender sejak 10 Juni hingga 6 November 2025, dilanjutkan masa pemeliharaan 180 hari. Total pemasangan jaringan pipa HDPE mencapai 2.993 meter.

Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi, Endang, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi bagian dari target peningkatan akses air minum aman sebagaimana tercantum dalam Rencana Induk SPAM (RISPAM) dan RPJMD Kota Cimahi. Saat ini capaian akses air minum aman di Cimahi baru mencapai 20,22 persen, sehingga perluasan jaringan perpipaan terus dipercepat pada tahun-tahun berikutnya.

Pemerintah Kota Cimahi mengajak warga untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya berkelanjutan dalam jangka panjang. Dengan tersedianya layanan SPAM di Cigugur Tengah, pemerintah optimistis kualitas kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat signifikan. (Bidang IKPS).

(Red) **

 

Berita Terkait

Rumah Rakyat Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andri Yunus, Serukan Aksi “Indonesia Mencekam” di Depan Gedung Merdeka Kota Bandung
Aliansi Mahasiswa SUCI Bergerak Gelar Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia
BEM REMA UPI Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia
Perjuangkan Kesejahteraan Lansia Terlantar, Pendamping Sosial Kemensos Ajukan PKH untuk Kakek Mada
Tanggapi Pernyataan Obon Tabroni, Ketua Umum FORTAL Nusantara Minta Langkah Nyata DPR RI Perangi Obat Keras Terlarang Tipe G di Bekasi
Menjaga Hal Ekologis Masyarakat Jawa Barat Di Tengah Alih Fungsi Lahan Dan Krisis Iklim
Provinsi Jawa Barat Kembali Menjadi Sorotan Nasional Sebagai Provinsi Dengan Tingkat Intoleransi Tertinggi
Kembangkan Ekonomi Karbon Digital, Wali Kota Teken Komitmen Awal dengan Indonesia Carbon Trade Association

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:08 WIB

Desakan Penyelidikan Dana Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Menguat, Kaperwil Mitrapolisi Aceh Minta APH Bertindak

Selasa, 18 November 2025 - 16:34 WIB

Prestasi Drumband Pelajar Aceh Timur Mengalun Meriah, Medco E&P Turut Menguatkan Langkah Mereka

Berita Terbaru

GAYO LUES

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Jumat, 5 Jun 2026 - 01:01 WIB